DATA TEKNIK LOKOMOTIF CC 202
> DIMENSI
1 Lebar sepur (track gauge) 1067 mm
2 Panjang body 17678 mm
3 Jarak antara alat perangkai 18942 mm
4 Lebar badan (body) -
5 Tinggi maksimum 3683 mm
6 Jarak gandar 3632 mm
7 Jarak antar pivot 11404 mm
8 Diameter roda penggerak 1016 mm
9 Diameter roda idle -
10 Tinggi alat perangkai 759 mm
> BERAT
1 Berat kosong -
2 Berat siap 108 ton
3 Berat Adhesi 108 ton
> MOTOR DIESEL
1 Tipe GM 645 E, 16 silinder
2 Jenis 2 langkah
3 Daya Mesin 2250 HP
4 Daya ke Generator/Converter 2000 HP
> MOTOR TRAKSI/CONVERTER
1 Jumlah motor traksi 6
2 Tipe motor traksi D-29, arus searah
3 Gear ratio 63 : 14
4 Tipe generator AR 6 QAD - D14, arus bolak-balik
> PERFORMANSI
1 Kecepatan maksimum 80 km/jam
2 Gaya tarik maksimum (adhesi) 22680 kgf
3 V min kontinyu 14 km/jam
4 Jari-jari lengkung terkecil 80 m
> Kapasitas
1 Bahan bakar 3800 lt
2 Minyak pelumas 920 lt
3 Air pendingin 832 lt
4 Pasir 340 lt
> Lain-lain
1 Sistem rem Udara tekan
2 Tipe kompresor Gardner denver WBO
8 comments
You cannot reply to comments if the comment location is not embedded
dari : Ludvi Arif Wibowo
ass. Pa kalau boleh saya tau, temperatur pada ruang bakar pada ruang silinder DE mencapai berapa ya, so waktu saya KP, saya pernah lihat terjadi retak pada bag. bibir kepala intake valve lokomotif tipe CC 202. Kemudian apakah ada alat yang digunakan untuk membaca suhu pd ruang silinder DE ?mohon informasinya, terima kasih.
wass.
Retakan mungkin saja terjadi karena kelelahan logam yang disebabkan kompresi yg sangat tinggi. Dengan perbandingan kompresi 17-21 : 1 (mesin bensin rata-rata hanya 9-11 :1)
Tidak ada alat utk memantau suhu ruang bakar, karena memang tidak perlukan.
Semoga cukup jelas.
Tanya: apa ada buku yang berisi kisah dan jenis lokomotif yang beroperasi di Indonesia?
nashiruddin1979@yahoo.com
cek disini
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080729072037AASnIIi