Tuesday, September 16, 2008

Arti kata-kata di sekitar perkeretaapian

Dalam membahas suatu cerita tentang perkeretapian sebenernya ada beberapa istilah yang mungkin kita belum pernah mengetahui sebelumnya, atau tau tapi belum mengerti. Berikut ini arti dari kata-kata yang biasanya ada di sekitar obrolan tentang perkeretaapian:


Angkutan = barang-barang (orang-orang dsb) yang di bawa
Bagasi = gerbong kereta api tempat memuat barang-barang
Balai = gedung, kantor, rumah di lingkungan istana
Barang = segala sesuatu yang berwujud atau berjasad
Bea = biaya, ongkos
Bel = lonceng
Blok = bagian dari sesuatu yang besar yang dibatasi oleh jalan
Bordes = tangga untuk naik ke dalam kereta api
Depo = tempat menyimpan barang-barang
Distrik = bagaian kota atau negara yang dibagi untuk tujuan tertentu
Divisi = bagian dari suatu perusahaan besar
Emplasemen = tempat terbuka atau tanah lapang yang disediakan untuk jawatan atau satuan bangunan (tanah lapang didekat stasiun untuk keperluam jawatan KA)
Gandar = sumbu, poros
Generator = pembangkit tenaga (listrik, uap, dsb)
Gerbong = wagon kereta api (untuk orang atau barang)
Grafik = lukisan pasang surut suatu keadaan dengan garis atau gambar
Kabus = kabur, tidak nyata kelihatan (tertutup kabut karena jauh)
Karcis = surat kecil (carik kertas khusus) sebagai tanda telah membayar ongkos
Kecepatan = waktu yang digunakan untuk menempuh jarak tertentu
Kereta api = kendaraan yang biasanya terdiri atas beberapa gerbong yang dirangkaikan, berjalan di atas rel, dan ditarik oleh lokomotif
Kerikil = butiran batu lebih besar drpd pasir dan lebih kecil drpd kerakal
Ketel = tangki di kapal, lokomotif, dsb untuk memanaskan air yang tenaga uapnya dipakai menggerakkan mesin
Kompartemen = bagian yang terpisah
Kondektur = pegawai yang memeriksa karcis atau menarik ongkos
Kopel = berpasangan, bergandengan (saling berhubungan)
Kricak = batuan kecil seperti kerikil
Langsir = mengatur sambil menggandengkan gerbong kereta api, berjalan mondar-mandir
Lokomotif = kepala kereta api (yang menarik gerbong kereta)
Masinis = orang yang menjalankan atau melayani mesin (di kapal, lokomotif, dsb), juru mesin
Muatan = barang yang diangkut dengan kendaraan
Pantograf = konstruksi berbentuk belah ketupat yang dipasang di atas kereta api listrik, gunanya utk mengalirkan arus listrik ke motor-motor kereta api itu
Penumpang = orang yang menumpang atau orang yang naik (kapal, kereta, dsb)
Percuma = cuma-cuma, gratis
Peron = pelataran (halaman) pada stasiun kereta api, tempat penumpang menunggu atau tempat turun naik dari kereta
Petak = bagian ruang yang bersekat
Prama = pramugara kereta api
Prami = pramugari kereta api
Reglemen = aturan (peraturan) yang harus ditaati oleh anggota (kelompok atau masyarakat)
Rel = besi batang untuk landasan jalan kereta api
Rem = alat untuk memperhatikan kisaran roda, agar dapat berhenti
Semboyan = tanda atau alamat untuk memberitahukan sesuatu (misal: bendera, lambaian, nyala api, bunyi kentungan)
Sepur = kereta api
Sinyal = tanda isyarat (lampu merah, larang parkir, dsb)
Stasiun = tempat tunggu bagi calon penumpang kereta api, tempat pemberhentian kereta api, dsb
Tabel = daftar berisi ikhtisar sejumlah fakta informasi yang biasanya hanya berupa nama dan bilangan yang tersusun secara bersistem urut ke bawah dalam lajur tertentu dengan garis pembatas, sehingga dapat dengan mudah disimak
Tablo = pertunjukan lakon tanpa gerak atau tanpa dialog
Teknik = pengetahuan dan kepandaian membuat sesuatu yang berkenaan dengan hasil industri (bangunan, mesin, dsb)
Teknisi = ahli teknik
Telegram = berita yang dikirim dengan telegrap, mengetuk kawat
Telegrap = pesawat untuk mengirim berita cepat ke tempat yang jauh (dgn kawat dan kekuatan listrik)
Teleks = alat yang dapat meneruskan pengetikan sesuatu ke tempat yang jauh tanpa ada alat penghubung, biasa disebut alat tulis jauh
Telepon = pesawat dengan listrik dan kawat, untuk bercakap-cakap antara dua orang yang berjauhan tempatnya
Tiket = karcis kapal, pesawat terbang, kereta api, dsb
Tuslah = tambahan pembayaran (karcis kereta api, dsb)
Wesel = konstruksi batang-batang rel kereta api yang bercabang (bersimpangan) tempat memindahkan jurusan jalan kereta api




Sumber:
Kamus Besar Bahasa Indonesia
(Diambil arti yang paling mendekati dengan kereta api)

1 comments:

Anonymous said...

Berarti istilah2 perkeretapian di Indonesia kebanyakan diambil dari bahasa Melayu dan Belanda Ya?