Kode Gerbong Kereta Api Indonesia (Wagon Code): Arti, Jenis dan Contohnya

Panduan lengkap wagon code atau kode gerbong kereta api Indonesia beserta arti, jenis, klasifikasi dan contoh gerbong berdasarkan sistem penamaan yang

Wagon code adalah sistem kode yang digunakan untuk mengidentifikasi jenis dan fungsi gerbong kereta api di Indonesia. Setiap huruf dalam kode menunjukkan karakteristik tertentu, mulai dari jenis muatan hingga sistem pengereman yang digunakan.

Artikel ini menjelaskan arti wagon code, klasifikasi gerbong kereta api Indonesia, serta contoh gerbong yang masih digunakan hingga saat ini.

Tahukah anda bahwa kode gerobak barang sejak era SS hingga saat ini belum banyak mengalami perubahan, bahkan kondisi fisiknya-pun relatif sama seperti dulu. Hal ini dapat dilihat pada keterangan berikut foto-foto di bawah ini :

Daftar Kode Gerbong Kereta Api Indonesia

Berikut adalah kode gerbong (wagon code) yang umum digunakan dalam sistem perkeretaapian Indonesia:

  • G (Gesloten) : Gerbong tertutup untuk mengangkut barang yang memerlukan perlindungan dari cuaca.
  • K : Gerbong tangki yang digunakan untuk mengangkut muatan cair.
  • P (Plaat) : Gerbong datar untuk mengangkut barang berukuran panjang seperti rel kereta api atau kontainer.
  • T : Gerbong untuk bahan bangunan yang dilengkapi atap penutup.
  • V (Vee) : Gerbong khusus untuk mengangkut ternak.
  • Y : Gerbong terbuka untuk mengangkut pasir, batu, dan material konstruksi lainnya.
  • Z (Zand) : Gerbong khusus pengangkut pasir, batu pecah, dan material sejenis.

Kode Gerbong G (Gesloten)















Gerbong GL Pengangkut Pupuk

Gerbong GL pada awalnya digunakan untuk mengangkut pupuk. Pada foto ini, gerbong GL terlihat berada di Dipo Jatinegara dan dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan drum oli.

















Gerbong GR Pengangkut Semen

Gerbong GR yang digunakan untuk mengangkut semen di Kutoarjo.

















Gerbong GR Pengangkut Pupuk

Gerbong GR yang digunakan untuk mengangkut pupuk di dalam bangunan Roundhouse.


















GWru dengan tiga gandar yang digunakan untuk mengangkut semen di Banyuwangi, dimana saat ini gerbong dengan tiga gandar tersebut sudah menjadi barang langka.














GGW yang biasanya digunakan untuk angkutan barang cepat sedang di Cikampek.














GGW khusus untuk PT Pusri yang sedang bongkar muat di Purwokerto Timur.
















2. Kode “K”

KKBW kosongan di Pekalongan biasanya mengangkut batu balas / kricak.














KKBW kosongan di Tanjung Karang yang akan mengambil batubara.














KKRU pengangkut BBM di Cilacap.














KKW pengangkut BBM di Tegal.














KR yang biasanya membawa avtur sedang di Kutoarjo.















3. Kode “P”

PPCW yang memiliki dua model, yaitu dengan permukaan berbentuk rangka (khusus angkutan kontainer) dan permukaan datar penuh (lebih variatif muatannnya) seperti pada lanjutan foto di bawah ini:














PPCW yang diisi oleh muatan kontainer di Pasoso.














PPCW yang dimuat oleh batangan rel kereta api di Sentolo.















4. Kode “T”

TTW kosongan di Madiun















5. Kode “V”

VW kosongan di sekitar Cipinang, menjelang saat-saat terakhir dinasnya sebelum seluruhnya dirucat.
















6. Kode “Y”

YW sedang mengangkut kricak di Bangil.














YYW yang berisi pasir kwarsa di Gumilir.




















7. Kode “Z”

ZZOW kosongan yang sedang menanti tugasnya di Merak.














Arti Huruf Tambahan pada Wagon Code

Selain kode utama pada gerbong, terdapat huruf tambahan yang menunjukkan sistem pengereman yang digunakan.

  • W : Rem udara tekan
  • R : Rem tangan
  • L : Rem hampa dan rem tangan
Walaupun secara teori sudah ada ketentuan penggunaan untuk apakah nantinya gerbong tersebut akan diisi, namun pada kenyataannya isi dari gerbong tersebut bisa saja berbeda dari yang sudah ditetapkan.

Memahami wagon code membantu mengenali fungsi dan karakteristik setiap gerbong dalam operasional kereta api Indonesia. Sistem klasifikasi ini telah digunakan selama puluhan tahun dan masih menjadi acuan penting dalam dunia perkeretaapian Indonesia.



5 comments

You cannot reply to comments if the comment location is not embedded

  1. August 10, 2009 at 9:25 PM
    Pakde, mau tanya. Gerbong “K” kian untuk memuat benda cair, tapi kok buat balas dan batubara juga pakai kode K. Lalu KKBW artinya dua gandar dan BW nya apa?
  2. September 5, 2009 at 10:56 PM
    Gerbong "K" itu maksudnya untuk mengangkut benda yang sifat pengisiannya dapat dilakukan dengan cara "curah". Minyak dan batu balas adalah merupakan contoh dari barang curah./

    Sementara KKBW, "B"-nya itu Ballast dan "W" artinya Westinghouse (merupakan sistem pengereman gerbong dengan menggunakan metode udara tekan).
  3. October 26, 2009 at 4:02 AM
    B artinya balas? Ora mudeng, Pakde. Batu balas?
  4. November 15, 2017 at 11:42 PM
    terimakasih artikelnya mas, sangat bermanfaat untuk pengetahuan perkeretaapian
  5. August 5, 2018 at 9:14 AM
    Sy pernah lht dlu thn 96 an gerbong GWru gandar 3 ddaerah demak semarang,buat bw batu2 kapur bahan baku semen.