Thursday, July 31, 2008

DATA TEKNIK LOKOMOTIF BB 203



DATA TEKNIK LOKOMOTIF BB 203


> DIMENSI
1 Lebar sepur (track gauge) 1067 mm
2 Panjang body 14134 mm
3 Jarak antara alat perangkai 15214 mm
4 Lebar badan (body) 2642 mm
5 Tinggi maksimum 3636 mm
6 Jarak gandar -
7 Jarak antar pivot 7680 mm
8 Diameter roda penggerak 914 mm
9 Diameter roda idle -
10 Tinggi alat perangkai 770 mm

> BERAT
1 Berat kosong 76 ton
2 Berat siap 81 ton
3 Berat Adhesi 56 ton

> MOTOR DIESEL
1 Tipe GE-7FDL8
2 Jenis 4 langkah, turbocharger
3 Daya Mesin 1500 HP
4 Daya ke Generator/Converter 1380 HP

> MOTOR TRAKSI/CONVERTER
1 Jumlah motor traksi 4
2 Tipe motor GM D-29, arus searah
3 Gear ratio 93 : 18

> PERFORMANSI
1 Kecepatan maksimum 90 km/jam
2 Gaya tarik maksimum (adhesi) 16464 kgf
3 V min kontinyu -
4 Jari-jari lengkung terkecil 56.7 m

> Kapasitas
1 Bahan bakar 3028 lt
2 Minyak pelumas 984 lt
3 Air pendingin 682 lt
4 Pasir 510 lt

> Lain-lain
1 Sistem rem Udara tekan, dinamik, parkir
2 Tipe kompresor Gardner denver WBO




4 comments:

atlet said...

Salam kenal,
Saya newbie nih dalam perkerata apian. Saya mau tanya ya, sebenarnya gerak roda lokomotif itu hasil dari gerak mekanik mesin diesel atau dari dinamo listrik dengan diesel sbg sumber listriknya? maaf jika belum2 dah tanya macem2 :D

hanafi spoorwegen said...

Penggerak lokomotif tergantung dari jenis transmissinya. ada Hydraulic, ada Electric, dan ada Mekanik. yang paling umum di gunakan adalah Hydraulic dan Electric.
Perbedaannya hanya terdapat pada transmissi, tapi urutan perpindahan geraknya sama. Tenaga dari mesin diesel di salurkan ke transmissi melalui kopel (pada transmissi hydraulic) atau disambung ke generator (pada transmissi listrik).
Pada sistim Hydraulic putaran melewati serangkaian konverter torsi yang berupa pompa hydraulic, untuk mengendalikan tenaganya, pada sistim listrik, putaran digunakan memutar generator untuk menghasilkan arus listrik yang kemudian digunakan untuk memutar motor listrik pada roda loko. Pada sistim hydraulic, putaran dari konverter torsi diteruskan ke roda melalui poros gardan dan roda gigi (seperti di mobil).
Pada sistim Elektrik putaran dari motor listrik menggerakkan roda melalui roda gigi yang terpasang langsung pada roda lokomotif.

Jadi gerak mekanik mesin diesel sebenarnya diubah dulu ke bentuk lain lalu di kembalikan menjadi gerak mekanik.
Tujuannya supaya di dapat tenaga mekanik yang lebih besar dari tenaga yang dihasilkan oleh mesin diesel itu sendiri, dan gerak mekanisnya dapat diatur sesuai kebutuhan (misalnya: pelan, cepat, tanjakan, turunan, kereta ringan, kereta yang panjang, dan kondisi2 yang lain yang diinginkan).

yudha said...

mas,,
kok bentuknya sama kyk CC201 yaa ??
bedanya apa mas??
trus lok ini ditaruh di dipo mana?? karena saya belum pernah liat,,
makasih,,

hanafi spoorwegen said...

Secara fisik BB203 memang sama persis dengan CC201. Namun yang membedakan adalah jika CC201 terdapat 6 unit Traksi Motor (TM), dimana setiap gandarnya memiliki 1 TM, sedangkan BB203 hanya terdapat 4 TM sehingga utk tenaganya pasti berbeda.

Seri BB203 saat ini sudah tidak ada lagi karena sudah di upgrade menjadi CC201 dengan menambahkan TM tersebut (fisik lok tetap sama, hanya nomor serinya jadi berubah).