Thursday, January 1, 2009

New Year 2009 @ JNG Sheed

Pada malam menjelang pergantian tahun dari 2008 menuju 2009, saya bersama rekan-rekan lainnya datang ke dipo lokomotif Jatinegara untuk ikut berkumpul merayakan ramainya suasana malam tahun baru disana. Tiba pada tanggal 31 Desember 2008 sekitar pada pukul 21.00, ternyata di dipo tersebut sedang ramai sekali dengan adanya hiburan band dari anak-anak dipo Jatinegara, salah satunya adalah dari grup musik “The Maskai Band”. Alunan musikpun tak henti-hentinya dinyanyikan oleh mereka di depan teras kantor dipo lok Jatinegara secara langsung, hingga menjelang tengah malam pergantian tahun.

Sesaat menjelang pukul 00.00, kamipun yang hadir berkumpul bersama untuk mendengarkan sambutan-sambutan yang akan disampaikan oleh KDT sekaligus sedikit mengevaluasi tentang kehandalan armada lokomotif yang tedapat pada dipo Jatinegara. Dan setelah itu acara dilanjutkan dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh Pak Solihin, dimana kita semua berharap agar tahun-tahun berikutnya kita selalu diberikan jalan terbaik oleh-Nya dalam menempuh hidup ini dibanding tahun sebelumnya.

Tepat pukul 00.00, kami semua yang hadir & berkumpul di dipo langsung pada bersalam-salaman dan mengucapkan salam “Selamat Tahun Baru 2009” dan mulailah menyalakan seluruh petasan yang telah tersedia, dan juga menonton meriahnya ledakan petasan di luar yang terlihat dari seluruh penjuru langit.

Hal yang sangat berbeda pada tahun baru ini dibandingkan pada tempat lainnya adalah, pada saat berlomba-lomba membunyikan suara petasan yang nyaring. Tak mau kalah, dari dalam dipo langsung dihidupkan salah satu lokomotif yang sedang tidak bertugas yaitu lok CC201108. Setelah lok dihidupkan, langsung tuas suling ditarik, namun apa yang terjadi ternyata suaranya masih memble, hal ini dikarenakan tekanan angin pada lok tersebut belum sempurna. Karena sudah tidak sabar, maka mesin lok pun digeber agar tekanan angin cepat terisi, tak tanggung-tanggung, dalam kondisi idle, langsung dihajar pake throtle N-8. Suara lok ikut menggema di dalam dipo, dan “Semboyan 35” dari suling CC201108 yang sangat panjang tak putus-putusnya dibunyikan. TOOOEEEEEETTT......
Luuaaarr Biaasaaaa...............
Sekitar 5-10 menitan lokomotif tersebut berteriak mengeluarkan seluruh suaranya dengan lantang.

Setelah puas dengan acara pertengahan malam, barulah seluruh teman-teman yang hadir pada malam itu beristirahat dan dilanjutkan dengan acara makan bersama di dipo tentunya dengan menu yang sangat istimewa, yaitu ikan bakar.

Demikianlah cerita dari saya di malam tahun baru 2009.

5 comments:

pakdhe said...

Oooo... gitu to...

hanafi spoorwegen said...

Hehehe...
Ya begitulah Pakdhe :D

Lia Muse said...

I don't remember what train I've been in ( summer 08), but that day plenty of room to run around. May be that is your fav- train. I love to collect the miniatur one.

Anonymous said...

Halo, gw Lily neh... Mo numpang nanya... Gw n temen2 rencana mo travel dr Jakarta ke Bali lewat kereta api... Jalurnya yg direkomendasikan apa yach?
Thanks untuk jawabannya :)

hanafi spoorwegen said...

Kalo mo ke Bali dari Jakarta ada beberapa alternatif :

(KA Mutiara Timur ke Banyuwangi ada 2x keberangkatan, jam 9 pagi dan 9 malam, cmiiw. Berangkat dari st Gubeng)

1. Jika lewat jalur selatan bisa naek KA Bima dr Gambir, atau KA gayabarumalam dari Pasarsenen, yang akan langsung dapat turun di st Gubeng. Dan lanjut KA Mut-Tim.

2. Jika lewat jalur utara bisa KA Gumarang & Sembrani, tp turun di st Ps. turi dan lanjut naek taksi ke gubeng / sby kota utk ngejar KA Mut-Tim. KA Anggrek tidak disarankan krn sering telat.

Dulu dari st banyuwangi ada bis milik PT.KA yang bisa lsg dilanjutkan menuju Denpasar, tp saat ini sepertinya sudah tdk ada lagi.

Demikian pencerahannya, mohon maaf kalo ada kekurangan & silahkan ditambahkan.

Rgds.