Friday, May 29, 2009

KA FUDIKA


Laboratorium Berjalan Uji Kereta Api
Karya BPPT


Kereta api sebagai sarana transportasi massal paling efisien tak ubahnya sarana transportasi lain yang juga membutuhkan uji kelaikan jalan. Pengujian satu rangkaian dengan dengan rata-rata sembilan gerbong milik PT Kereta Api (Persero) secara manual seperti dilakukan selama ini memakan waktu satu sampai dua minggu. Namun, hal itu kini dapat direduksi drastis menjadi hanya satu jam dengan laboratorium berjalan uji kereta api karya Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

“Laboratorium berjalan itu diberi nama Fudika atau Fasilitas Uji Dinamis Kereta Api. Ketika digunakan, Fudika digandengkan dengan rangkaian kereta api yang sedang berjalan dengan setiap gerbong diberi peralatan sensor,” kata Samsul Kamar, periset pada Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi BPPT.

Dalam satu rangkaian kereta api yang sedang diuji itu sedikitnya pada setiap gerbong dipasang tujuh peralatan sensor tersebar di lantai, bogie dan roda. Sebanyak tujuh parameter diuji mencakup tiga parameter gerakan vertical-horizontal, tiga parameter pengeraman dan satu parameter kecepatan. Hasil sensor dapat diketahui secara seketika (realtime) pada layar monitor computer di ruang pengendalian pengujian.

Perangkat komputer berikutnya berfungsi menyimpan data yang akan dimanfaatkan untuk program analisis para pengambil kebijakan. Untuk itulah, Fudika menyediakan ruang rapat dan ruang bengkel kerja (workshop).

Yang dihasilkan dari pengujian tersebut adalah,

1. Uji Statis, yang menunjukkan :
• Waktu pengisian dan pelepasan udara tekan pada main reservoir dan abar
• Pengujian tingkat kebocoran udara tekan pada “pipe line”
• Pengujian dimensi (ukuran kereta)
• Berat kereta

2. Uji Dinamis, yang menunjukkan :
• Jarak pengereman dan waktu pengereman
• Getaran vertical dan horozintal
• Temperatur bantalan roda




Source:
Kompas, 22 Mei 2009


0 comments: