Apa Itu KA Ukur? Fungsi, Sejarah dan Peran Kereta Ukur DYNW-1

Apa itu KA Ukur? Pelajari fungsi, sejarah, peralatan pengujian, dan peran Kereta Ukur DYNW-1 dalam menguji lokomotif, kereta, dan gerbong.
Kereta Ukur DYNW-1 milik PT Kereta Api Indonesia

Kereta Ukur DYNW-1 digunakan untuk pengujian dan pengukuran performa lokomotif, kereta penumpang, serta gerbong barang.

KA Ukur DYNW-1: Fungsi, Sejarah dan Perannya dalam Pengujian Kereta Api


KA Ukur atau Kereta Ukur adalah kereta khusus yang digunakan untuk melakukan pengujian dan pengukuran sarana perkeretaapian seperti lokomotif, kereta penumpang, dan gerbong barang. Data yang dihasilkan digunakan untuk memastikan setiap sarana memenuhi standar keselamatan, kenyamanan, dan performa operasional.

Di Indonesia, salah satu kereta ukur yang terkenal adalah DYNW-1. Kereta ini memiliki sejarah panjang dan digunakan untuk berbagai pengujian teknis terhadap lokomotif maupun rangkaian kereta api sebelum dioperasikan secara reguler.

Quick Answer

KA Ukur adalah kereta khusus yang digunakan untuk menguji dan mengukur performa lokomotif, kereta, serta gerbong. Salah satu kereta ukur yang pernah digunakan PT Kereta Api Indonesia adalah DYNW-1 yang berfungsi melakukan pengujian teknis dan pengumpulan data operasional.

Ringkasan KA Ukur DYNW-1

Parameter Keterangan
Nama Kereta Ukur DYNW-1
Fungsi Pengujian dan pengukuran sarana kereta api
Tahun Pembuatan 1923
Negara Asal Belanda
Digunakan Untuk Lokomotif, kereta penumpang dan gerbong
Operator PT Kereta Api Indonesia

Apa Itu KA Ukur?

Dalam rangka meningkatkan pelayanan angkutan kereta api di Indonesia, diperlukan dukungan sarana berupa lokomotif, kereta penumpang maupun gerbong yang handal. Untuk keperluan pengukuran dan pengujian pada sarana-sarana tersebut di atas, agar dapat dijaga kualitas dan performansinya maka digunakanlah sarana yang bernama Kereta Ukur, atau orang biasa juga menyebutnya dengan KA Ukur.

Kereta Ukur DYNW – 1 adalah kereta ukur yang digunakan untuk pengukuran dan pengujian sarana material yaitu lokomotif, kereta dan gerbong. Pengujian dan pengukuran yang dimaksud adalah untuk mengetahui karakteristik dan performansi dari sarana-sarana yang telah ada, apakah sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh PT. Kereta Api (Persero).

Sejarah Kereta Ukur DYNW-1

Kereta Ukur DYNW – 1 dibuat di Belanda pada tahun 1923 dengan peralatan ukur buatan pabril Alfred J Amsler & Co Swiss, serta Peralatan listrik dibuaat oleh Siemen dan Halske Jerman. Sementara untuk interior dan mebelair dilengkapai di Balai Yasa Manggarai.

Pada waktu Jepang mengakhiri pendudukan di Indonesia tahun 1945, Kereta Ukur ini disimpan di Balai Yasa Manggarai Jakarta karena pada waktu tentara pendudukan dari kerajaan Belanda datang, terjadi pembumihangusan semua material kereta api.
Peralatan pengujian di dalam Kereta Ukur DYNW-1
Pada tahun 1953 Kereta Ukur DYNW – 1 ini diaktifkan kembali untuk pengukuran dan pengujian lok CC 200. Kemudian di tahun 1956 Kereta Ukur tersebut juga dipakai kembali untuk pengukuran dan pengujian lok CC 200, BB 200, BB 300 dst.

Peralatan Pengujian pada KA Ukur

Pengoperasian Kereta Ukur DYNW – 1 ini dilengkapi pula dengan alat-alat ukur portable seperti :
- Alat pencatat pelaksanaan tes pengereman (Oscillograph Recorder)
- Alat timbang beban roda digital (Whell Load Weighing)
- Alat ukur kebisingan ruangan (Precision Integrating Sound Level)
- Alat ukur temperature
- Alat untuk mengukur diameter roda, dll.

Kereta Ukur digunakan untuk pengujian lokomotif dan rangkaian kereta api

Bagaimana KA Ukur Digunakan?

Setiap lokomotif, kereta dan gerbong baru sebelum dioperasikan di lintas, maka perlu dilakukan uji coba teknis baik statis maupun operasional. Percobaan statis dilakukan di emplasemen dipo atau di emplasemen stasiun di lokasi sepur yang tidak mengganggu ataupun terganggu oleh kegiatan lainnya (misalnya langsiran, dll). Sedangkan uji coba operasional bisa dilakukan oleh rangkaian pokok dari kereta api regular, ataupun dengan menjalankan sebuah kereta api dalam perjalanan luar biasa (PLB) dan dengan formasi kereta api luar biasa (KLB).


Pengujian performa lokomotif menggunakan Kereta Ukur DYNW-1

Data yang Dihasilkan KA Ukur

Uji coba statis pada lokomotif menghasilkan data-data sebagai berikut :
• Berat total dan berat adhesi lokomotif
• Distribusi beban pada roda-roda penarik dan roda-roda jalan
• Besarnya gaya tarik adhesi sampai pada batas selip
• Besarnya koefisien adhesi antara roda dan rel
• Diameter roda lokomotif


Uji coba operasional terhadap lokomotif mempunyai 3 tujuan utama yaitu :
1. Untuk mengetahui besarnya perlawanan jalan lokomotif (Rolling resistance) pada masing-masing tingkat kecepatan.
2. Untuk mengetahui gaya tarik maksimum (Maximum Tractive Effort) yang dapat diberikan oleh lokomotif pada masing-masing kecepatan.
3. Untuk mengetahui kecepatan maksimum yang dicapai pada waktu lokomotif melewati suatu tanjakan dengan tonase beban trangkaian tertentu.


Pengukuran kenyamanan dan performa kereta penumpang menggunakan Kereta UkurPengujian dan pengukuran pada kereta penumpang dan gerbong barang menggunakan peralatan portable yang ada di dalam Kereta Ukur. Pengujian dan pengukuran itu antara lain menghasilkan data-data sebagai berikut :
• Tingkat kenyamanan getaran (Ride Index)
• Performansi pengereman baik statis maupun dinamis
• Perlengkapan interior dan eksterior kereta
• Sistem kelistrikan, penerangan, AC
• Tingkat kebisingan, dll.


Kereta Ukur U-25301 yang digunakan untuk pengujian sarana kereta api Indonesia

Mengapa KA Ukur Penting?

KA Ukur berperan penting dalam memastikan lokomotif, kereta penumpang, dan gerbong memenuhi standar keselamatan dan performa sebelum dioperasikan secara reguler. Melalui berbagai pengujian teknis, operator dapat mengetahui kondisi sarana secara objektif dan melakukan perbaikan jika diperlukan.

Selain mendukung keselamatan perjalanan, hasil pengujian dari KA Ukur juga menjadi dasar pengembangan teknologi dan peningkatan kualitas sarana perkeretaapian di Indonesia.

Perkembangan teknologi pengujian sarana kereta api di Indonesia tidak berhenti pada DYNW-1. Saat ini berbagai fungsi pengujian telah dikembangkan melalui KA FUDIKA, yang memungkinkan proses pengukuran dilakukan lebih cepat dengan dukungan sensor dan sistem komputer modern.

FAQ

Apa itu KA Ukur?

KA Ukur adalah kereta khusus yang digunakan untuk menguji dan mengukur performa lokomotif, kereta, dan gerbong.

Apa fungsi Kereta Ukur DYNW-1?

DYNW-1 digunakan untuk pengujian teknis sarana perkeretaapian agar memenuhi standar operasional dan keselamatan.

Kapan DYNW-1 dibuat?

Kereta Ukur DYNW-1 dibuat di Belanda pada tahun 1923.

Apa saja yang diukur oleh KA Ukur?

KA Ukur dapat mengukur gaya tarik, performa pengereman, kebisingan, kenyamanan, distribusi beban roda, dan parameter teknis lainnya.

Apakah KA Ukur masih digunakan?

Sebagian fungsi KA Ukur DYNW-1 telah digantikan oleh sarana pengujian yang lebih modern seperti FUDIKA.

Perkembangan Terbaru KA Ukur DYNW-1


Sejak awal tahun 2009 jika anda melihat kondisi fisik kereta U-25301 ini, maka warna dari kereta tersebut sudah tidak seperti ini, melainkan berwarna coklat. Namun untuk isi dari kereta tersebut saya belum mengetahuinya lagi.
Dan kiprahnya KA Ukur ini akhirnya secara bertahap digantikan oleh KA FUDIKA (Fasilitas Uji Dinamis Kereta Api), sebuah laboratorium berjalan yang dikembangkan untuk melakukan pengujian sarana kereta api secara lebih cepat dan modern. FUDIKA mampu melakukan pengukuran berbagai parameter operasional secara real-time selama kereta berjalan. :contentReference[oaicite:0]{index=0}

Kesimpulan

KA Ukur DYNW-1 merupakan salah satu sarana penting dalam sejarah perkeretaapian Indonesia yang digunakan untuk menguji dan mengukur performa lokomotif, kereta penumpang, serta gerbong barang. Melalui berbagai instrumen pengujian, kereta ini membantu memastikan setiap sarana memenuhi standar keselamatan dan operasional sebelum digunakan di lintas.

Selain memiliki nilai historis yang tinggi, KA Ukur juga berperan dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kereta api melalui pengumpulan data teknis yang akurat. Perannya kini sebagian telah diteruskan oleh sarana pengujian yang lebih modern seperti FUDIKA.

5 comments

You cannot reply to comments if the comment location is not embedded

  1. May 24, 2009 at 11:49 PM
    sayang dah gw baru nemu blog lo sekarang.....coba waktu gw di suruh nulis tentang kereta dulu.... :D

    btw, ini gw yang ketemuan di reunian kemain....tahu khan nap?
  2. May 29, 2009 at 4:35 AM
    Hahaha...
    Akhirnya loe bisa juga ketemu blog gue.
    Kalo ada pertanyaan tentang kereta silahkan japri aja boss :D
  3. August 10, 2011 at 1:54 PM
    matur nuwun artikelnya bang nafi....saya suka banget bacanya.tapi saya mau tanya,sistem pengereman ka tuh gimana sih bang?tak tunggu artikelnya....trims
  4. January 29, 2013 at 10:44 PM
    Blog kereta api, saya mohon bantuannya untuk supplier dalam pekerjaan Alat ukur perkerata apian, yang terdiri dari Torque Wrench Kit (ukuran kekerasan bout), Wheel Measureement Tool Gage (keausan roda), Combined Wheel Gage (Diameter roda) terima kasih
  5. March 15, 2022 at 7:01 PM
    Sekarang unit y masih ada ato sudah hancur y...