Monday, September 8, 2008

Otherside of Malang Railway Station


Jika kita pergi ke kota Malang dari Jakarta dengan menggunakan kereta api, maka tentunya kita akan mengingat ada dua macam rangkaian kereta yang akan menuju ke kota tersebut, yaitu KA Matarmaja untuk kelas ekonomi, dan KA Gajayana untuk kelas eksekutif (dahulu ada kelas bisnis yang menyatu dengan rangkaian KA Matarmaja).

Namun jika kita perhatikan lebih lanjut mengenai rangkaian KA Gajayana ini, ada hal yang sangat menggelitik di hati saya, yaitu mengenai gerbong BP dari rangkaian itu sendiri. Kusamnya gerbong BP yang sampai saat ini, tentunya menjadi ciri khas dari rangkaian Gajayana, seperti tampak pada foto berikut, dimana rangkaian kereta Gajayana sedang stabling di stasiun malang dan di dipo kereta, Jakarta.



Berputar-putar di sekitar stasiun Malang ini memang sangat mengasyikkan, ditambah tiupan angin yang dingin dengan cuaca yang agak berawan membuat udara menjadi tidak terlalu panas, yang merupakan ciri khas dari kota Malang itu sendiri. Dan membikin betah untuk berlama-lama disana.




Dan tak lama kemudian datanglah KA BBM yang dengan hanya membawa tiga gerbong KKW saja.







Sampai saat saya menulis tentang stasiun ini, di Malang adalah merupakan stasiun besar yang masih menggunakan sinyal mekanik. Cukup menarik memang, dengan jumlah sepur yang cukup banyak, perpindahan wesel masih dilakukan oleh otot-otot manusia. Entah sampai kapan sistem sinyal mekanik ini masih akan terus digunakan di stasiun Malang.



Sekitar pukul 12.30, datanglah rangkaian KA Malang Ekspres (Maleks) dari Surabaya, dengan membawa K2 sebanyak 5 kereta.







Dan tak berapa lama setelah berhenti di stasiun, lokomotif KA Malang Ekspres pun dengan seri CC 204 08 dilangsir kembali untuk pindah posisi ke arah Surabaya untuk menarik rangkaian yang sama.





Kemudian sekitar pukul 13.00 KA Malang Ekspres siap diberangkatkan kembali menuju stasiun Surabaya Gubeng.

1 comments:

Anonymous said...

mas hanafi saya mau tanya donk ??

kira-kira gimana sih cara lok itu langir ?